9 Tips Merawat Motor Matic

Artikel ini membahas tips untuk merawat motor matic injeksi irit harga murah Yamaha Mio Jdan bisa digunakan untuk motor matic lainnya.

  1. Ganti oli mesin setiap 2.000 KM atau sesuai rekomendasi buku petunjuk
  2. Ganti oli transmisi setiap 7.500 KM atau sesuai rekomendasi buku petunjuk
  3. Ganti oli shockbeker setiap 10.000 KM atau sesuai rekomendasi buku petunjuk
  4. Ganti V Belt (letaknya disamping roda) setiap 25.000 km dan diservis setiap 10.000 KM
  5. Cek secara berkala:
    • AKI motor karena motor matic banyak menggunakan daya dari AKI
    • Karburator, servis karburator tiap 3 bulan sekali
    • Busi, selalu gunakan busi original
    • Filter udara
    • Cek rantai
  6. Lakukan services berkala 2 bulan sekali
  7. Panaskan mesin selama 5 menit sebelum motor dijalankan
  8. Periksa tekanan angin ban, jangan terlalu keras dan juga jangan kurang angin.
  9. Gunakan yang asli, sparepart asli dan bengkel resmi

Semoga dengan 9 tips merawat motor matic, motor matic injeksi irit harga murah Yamaha Mio J Anda bisa lebih awet.

Membaca SAE Oli Pelumas

Pada kemasan oli pelumas tertulis tingkat kekentalan yang biasa tertera angka SAE 15W-30.

  • SAE adalah Society of Automotive Engineers, lembaga yang mengatur tingkat Kekentalan atau viskositas oli.
  • W berarti Winter
  • 15W-30 menunjukkan bahwa pada suhu dingin oli berkerja pada kekentelan 15 dan pada suhu terpanas akan bekerja pada kekentalan 30.

Sebaiknya menggunakan oli atau pelumas dengan viskositas sesuai permintaan mesin kendaraan.

tingkat kekentalan oli motor

tingkat kekentalan oli motor

 

Kekentalan Oli

tingkat kekentalan oli motor

tingkat kekentalan oli motor

Selain kualitas oli, tingkat Kekentalan oli atau viskositas oli menjadi tolok ukur memilih oli bagi mesin anda.

Tingkat kekentalan oli dipengaruhi oleh temperator sekitarnya.

Semakin kental oli, maka lapisan yang ditimbulkan semakin kental. Lapisan halus pada oli kental memberi kemampuan ekstra menyapu atau membersihkan permukaan logam yang terlumasi. Sebaliknya oli yang terlalu tebal akan memberi resitensi berlebihan mengalirkan oli pada temperatur rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terendah ketika mesin dioperasikan.

Alat pengukur viskositas oli adalah viscometer.

Saybolt viscometer digunakan di Amerika
Sedangkan di Inggris menggunakan Redwood viscometer.

Tingkat kekentalan oli diatur oleh Society of Automotive Engineers (SAE).

Berdasarkan viskositasnya  oli yang dijual dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

  1. Single grade oil, yaitu oli yang mempunyai tingkat kekentalan tunggal, misalnya SAE 20,  SAE 30,  SAE 40.
  2. Multi grade oil, yaitu oli yang mempunyai tingkat kekentalan ganda, misalnya SAE 5W/20,  SAE 10W/ 30, SAE 20W/50,  SAE 20W/50.

Berdasarkan viskositasnya  oli yang dijual dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

  1. Single grade oil, yaitu oli yang mempunyai tingkat kekentalan tunggal, misalnya SAE 20,  SAE 30,  SAE 40.
  2. Multi grade oil, yaitu oli yang mempunyai tingkat kekentalan ganda, misalnya SAE 5W/20,  SAE 10W/ 30, SAE 20W/50,  SAE 20W/50.

Jenis Oli Pelumas Berdasarkan Bahan

  • Oli mineral – Oli yang bahan dasarnya dari proses penyulingan bahan mineral.
  • Oli Vegetebel  – Oli yang diperoleh dari bahan tumbuh-tumbuhan yaitu minyak dari tumbuhan jarak. Jenis ini mempunyai sifat pelumas yang baik sehingga sering digunakan untuk recing, namum mempunyai kelemahan harga mahal dan tidak dapat digunakan dalam waktu yang lama, karena proses oksidasi terjadi dengan cepat.
  • Oli Syntetic – Oli yang dibuat dari bahan dasar produk petroleum seperti ettylene, kemudian diproses secara kimiawi untuk menghasilkan viskositas yang stabil sesuai dengan karakteristik yang diinginkan.  Keunggulan oli jenis ini adalah karakteristik oli relative stabil, mempunyai kemampuan pelumas yang sangat baik
  • Oli semi syntetic – Oli merupakan paduan antara oli mineral dengan syntetic, menghasilkan kemampuaan pelumas yang baik dengan harga lebih murah dari syntetic.

 

Jenis Pelumas Sepeda Motor

  1. Gemuk (grease) digunakan untuk melumasi rantai roda, bearing roda, gigi reduksi motor starter, dan sebagainya. Terdapat 2 macam gemuk yang sering digunakan, yaitu:
    • Calsium soap grease. Digunakan pada pompa oli dan lain-lain. Mempunyai kemampuan tahan panas dan tahan air, sehingga tidak terbawah air meskipun terkena air.
    • Lathium soap grease. Digunakan untuk bearing, dari bahan mineral dengan kekentalan rendah, tahan panas, tahan pemperatur dingin, tahan air, stabilitas mekanis tinggi sehingga sesuai untuk mesin kecepatan tinggi.
  2. Pelumas mesin 2 tak (oli samping), digunakan khusus untuk melumasi poros engkol, batang piston, blok silinder, piston dan ring piston pada motor 2 tak. Mempunyai viskositas lebih rendah dari pada oli mesin sehingga tahanan pompa rendah, mudah bercampur dengan bensin, mudah dibakar dan mempunyai daya lumas tinggi.
  3. Pelumas mesin (oli mesin) – Pada sepeda motor 2 tak digunakan untuk pelumas gigi transmisi dan kopling, untuk motor 4 tak digunakan untuk melumasi bagian-bagian mesin yaitu poros engkol, batang piston, blok silinder, piston, ring piston, transmisi dan kopling.

Ada baiknya Anda juga mengetahui Fungsi Pelumas untuk sepeda motor.

 

Saringan Oli (Oil Filter)

Fungsi saringan oli untuk menyaring kotoran yang ditimbulkan dari gesekan mesin agar tida ikut beredar pada sistem pelumas. Kotoran pada oli dapat berupa bram atau serpian logam akibat bagian yang aus maupun endapan karbon yang dibawah oli selama bersirkulasi.

Terdapat dua model saringan oli yang banyak dipakai pada sepeda motor yaitu:

  • saringan kasa yang mencegah kotoran pada oli masuk ke pompa pelumas
  • saringan sentrifugal, yang menyaring kotoran dengan memanfaatkan gaya sentrifugal

Sistem Pelumas Motor 2 Tak

Sistem pelumas motor 4 tak dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Sistem pelumas basah
  2. Sistem pelumas kering

Sistem Pelumas Basah

Oli ditempatkan di bak engkol (crank case), sehingga transmisi, kopling dan poros engkol terendam dalam oli pelumas.

Sistem Pelumas Kering

Oli ditempatkan pada penampung terpisah sehingga transmisi, kopling dan poros engkol tidak lagi terendam dalam oli pelumas.

Keuntungan sistem pelumas kering:

  1. Tahanan oli pada bagian bergerak berkurang
  2. Pendinginan oli lebih baik
  3. Pengecekan dan penambahan oli lebih mudah

Kelemahan sistem pelumas kering:

  1. Konstruksi mesin lebih rumit
  2. Perlu tambahan komponen penampung oli dan pendingin oli

Sistem pelumas yang digunakan oleh motor matic injeksi irit harga murah Yamaha Mio J adalah sistem pelumas basah.

pelumas

Fungsi Pelumas

pelumasFungsi utama pelumas adalah melindungi bagian mesin yang bergerak dengan cara mencegah kontak atau gesekan langsung dua logam yang berhubungan. Berikut ini fungsi lengkap  pelumas:

  • Mengurangi gesekan komponen mesin motor satu dengan yang lain. Gesekan yang terjadi dapat menyebabkan komponen mesin menjadi cepat aus, mengurangi tenaga yang dihasilkan, menghasilkan kotoran dan panas. Supaya gesekan dapat dikurangi maka bagian saling bergesekan dilapisi olu pelumas.
  • Sebagai pendingin dari panas yang dihasilkan proses pembakaran di dalam silinder dan panas yang dihasilkan dari gesekan antar komponen.
  • Sebagai perapat celah antara piston dengan silinder. Pelumas dapat mengurangi kebocoran kompresi maupun tekanan hasil pembakaran dengan membuat lapisan oli yang mengisi celah antara piston dan silinder.
  • Sebagai peredam getaran dan suara bising hasil benturan piston, batang piston dan poros engkol. Pelumas untuk melapisi antara bagian tersebut dan meredam benturan yang terjadi sehingga suara mesin lebih halus.
  • Sebagai pembersih kotoran hasil gesekan antar komponen mesin. Pelumas membantu membawa kotora n tersebut sehingga bagian yang bergesekan tetap bersih.
  • Sebagai anti karat, pelumas melapisi bagian logam sehingga menghindari kontak langsung dengan udara atau air.

Sistem pelumas yang digunakan oleh motor matic injeksi irit harga murah Yamaha Mio J adalah sistem pelumas basah.